Kuliah terakhir menjelang UAS {Ujian Agak Serius} minggu depan untuk Mata Kuliah Geografi Sumber Daya Alam menjadi begitu berkesan bagi saya. Kami bahkan tidak menyinggung Resources sama sekali. Dosen kami, Bpk. Cholifah Bahaudin hanya memberikan kisi-kisi menjelang ujian ditambah dengan sedikit modal hidup. Modal hidup yang terkait juga dengan mata kuliah, yaitu materi tentang Perception, Attitude, dan Behaviour{Persepsi, Sikap, dan Tingkah laku}. Sebenarnya topic ini dibahas untuk memberikan pendekatan sikap dan perilaku manusia terhadap sumber daya. Tapi dengan latar belakang dosen saya tersebut sebagai konsultan psikologi, beliau membuatnya menjadi universal sehingga dapat dipakai di semua aspek.
Konsepnya kira-kira seperti ini.
Setiap manusia melakukan setiap tindakan dan berperilaku selalu dilandaskan oleh factor-faktor tertentu. Bagaimana ia memandang sesuatu {berpersepsi}, bersikap {attitude}, dan bertindak {behaviour} merupakan muara dari pikiran yang bersifat konseptual dalam dirinya sendiri. Pada awalnya, manusia memiliki sesuatu yang dinamakan “Life Goals” yang merupakan tujuan akhir mereka. Normatifnya, manusia memiliki life goals seperti “bahagia hidup di dunia dan akhirat”, tapi konsep ini bisa diperkecil, seperti “Mendapatkan pekerjaan, atau lulus menjadi sarjana” yang sebenarnya merupakan Checkpoint Goals. Untuk mencapai LifeGoals ini manusia tersebut mempunyai Global Beliefs {Keyakinan Global} masing-masing. Ada yang yakin bahwa kebenaran akan selalu benar, Kejujuran akan selalu menang, Keridhaan Tuhan adalah yang terutama, atau malah Uang adalah segalanya. Ini akan sangat berbeda di setiap orang dan tidak hanya satu.
Global Beliefs ini akan menghasilkan beberapa values {nilai-nilai}. Nilai ini akan memilih prioritas masing-masing. Diantaranya adalah Material Capital, Societal Capital, dan Spiritual Capital. Setiap value akan mengedepankan orientasi diantara 3 hal tersebut. Ada nilai yang berorientasikan materi, ada yang berorientasi pengakuan dalam masyarakat, dan ada yang berorientasikan murni menjalankan perintah Tuhan saja.
Nilai-nilai inilah yang nantinya akan menentukan sikap dan perilaku manusia. Jika nilai-nilai ini baik, maka seharusnya baik pula-lah hendaknya sikap dan perilaku orang tersebut. Sesuai dengan nilai yang dia junjung untuk mendapatkan Life Goals-nya. Konflik dalam diri akan terjadi jika terjadi mis-kontinuitas dari salah satu rantai tadi. Bagaimana orang yang bersikap buruk, tapi sebenarnya memiliki nilai yang baik sehingga harus berbohong terhadap dirinya. Atau orang yang bernilai buruk, tapi berperilaku seperti orang baik. Stress atau depresi tidak akan terjadi kepada orang yang menjalankan fungsi Life Goals sampai dengan Behaviournya secara harmonis. Mereka itulah orang yang menjalankan sesuatu sesuai dengan hati nuraninya. Baik atau buruk-pun mereka. Teroris merasa tidak bersalah dan tidak memiliki konflik diri karena itulah nilai yang mereka emban. Dan mereka berperilaku sesuai dengan nilai yang mereka junjung. Setiap masalah akan berganti nama menjadi tantangan dan mereka kan focus dalam mencapai tujuan mereka.
Konsep yang cukup simple dan sederhana bukan? Mungkin ada baiknya kita mulai berpikir tujuan kita masing-masing. Kemudian baru menentukan perilaku dan sikap kita. Berubah jika diperlukan.
 | saya mau dong kenalan sama pak Cholifah... filsuf sekali... :D |
 | zifah wrote on May 25, '07 pan udah kenal ama mahasiswanya pan?
hheheheh
|
| |
|