berhenti merokok biasanya berpengaruh pada berat badan dan kesehatan.
pengaruh ini bisa pengaruh baik atau buruk. atau boleh dikatakan baik
jika dan buruk jika. kasus ini terjadi kepada beta. ketika beta
memutuskan untuk memberhentikan suatu kegiatan rutin harian atau
malahan per"jam"an menghisap daun tembakau yang sudah dikeringkan, niat
nya hanya untuk memberhentikan suatu tindak kecanduan terhadap suatu
kebiasaan. nah, ternyata efek-efek yang lain timbul.
efek yang pertama timbul adalah naiknya berat badan.
dulunya berat badan gw ketika berhenti merokok itu bisa naik ampe 15
kg.. gila juga tuh.. tapi sekarang udah berapa, udah males ngitung,
pokoknya sekarang masih tetap tambun de.. sebagai perbandingan, pembaca
silahkan melihat gambar yang disertakan. kalo ndak salah yang gemuk itu
yang backgroundnya warna kuning. (yang berdua itu lo...) yupz.. it's
not a fake.. it was..
tunggu dulu, kita belum
mengklasifikasikan naiknya berat badan sebagai pengaruh buruk atau
pengaruh baik. para ahli masih berdebat panjang tentang variabel
klasifikasinya. salah satu ahli yang gemuk juga, berujar "ok juga lo pis, makin gendut aja. gak apa2 , gendut itu seksi tau.. sekarang tu cewek itu suka cowo yang gendut.. ".
sehabis itu beta mulai bertanya-tanya :"iya apa, cewe suka cowo
gendut?" tapi pertanyaan ini tak berlangsung lama karena berikutnya
beta menemukan alasan bahwa "kenapa toh, harus mikirin tentang cewe?
toh, yang make badan kita ini juga. lagian, kenapa harus selera cewe
secara umum. sedang kan pujaan hati cuma satu?". alasan ini terlepas
dari bener tidaknya teori yang diberikan oleh ahli yang pertama tadi..
(ahli
pertama adalah seorang lelaki, berkarir di bidang pendidikan,bertubuh
tambun juga. pinter, humorer, dan cerdas, mempunyai kecendrungan yang
baik terhadap kaum hawa.)
ahli
yang kedua itu seorang cewe, barusan tadi siang ketemu.. pas lagi
ngobrol, ketika pembicaraan mengarah pada berat badan (suatu topik yang
sebenarnya tabu), ahli kedua berkata : "lo sebelum berhenti merokok itu kurus ya? kalo gitu merokok aja lagi..".
sebuah pernyataan yang mengguncang sekaligus menggulingkan teori dari
ahli pertama. yah, menggulingkan karena ahli kedua adalah seorang
perempuan (wanita), atau mungkin wanita ini adalah anomali kaumnya.???
kita bahas lebih lanjut.
ahli yang kedua adalah seorang wanita,
perempuan, gadis, atau apapun namanya berusia sekitar 17 tahun,
masih muda memang. setelah dianalisis lebih lanjut beta mengambil
beberapa asumsi atau kemungkinan asumsi yang bisa diambil dan
digugurkan dari komentar ahli kedua yang telah beta bold diatas..
pertama,
ahli ini menganggap beta kurang pede karena berat badan. oleh sebab itu
biar beta pede, ahli itu menganjurkan untuk merokok lagi. terlepas dari
efek2 yang ditimbulkan oleh rokok. karena ahli tidak terlalu kenal beta
ketika masih merokok.
kedua, ahli menganggap merokok bukan
perbuatan yang buruk. tapi sejauh pengetahuan beta, khususnya di
lingkungan beta. kebanyakan wanita itu kurang suka dengan lelaki yang
perokok, termasuk juga jika wanita itu perokok juga. jika wanita
perokok disuruh milih, dengan kualitas yang sama, wanita akan memilih
cowo yang tidak perokok dibanding perokok.. ,khususnya lagi wanita
berjilbab. tapi satu hal yang pasti, wanita emang susah ditebak.. ?
beta gak mau sotoi..
ketiga, sang ahli lebih suka beta berada dalam kondisi kurus. tapi untuk apa? (opsi ini kemungkinan gugur nya sangat besar)
keempat, ada keadaan traumatis terhadap cowo gendut atau cowo yang tidak perokok.. (maksudnya ngerti kan??)
kelima, sang ahli kita kali ini nampaknya asal komentar..
  
 | sekarang tu cewek itu suka cowo yang gendut..
dia gendut tapi aku tak suka..moga bisa segera kurusan biar tambah cinta..;) |
 | zifah wrote on Aug 17, '06 heheh,,,,
cinta ditentukan oleh gendut dan tidak juga y mba/
^_^ |
| |