Kembali Bernyanyi...
Sekarang aku merasa letih..
Terhadap diriku
yang tertunduk
Takluk terhadap
keresahan dan kegelisahan
Sangat letih..
bahkan
Untuk tersenyum
kecut.
Suara itu datang
lagi
Nyanyian yang
paling sering kudengar
Aku masih tertunduk
Masih letih
Eggan tuk
dengarkan nyanyian itu.
Apalagi tuk ikut
menyanyi
Kuangkat sedikit
mukaku yang kelabu
Kusut oleh
kegalauan yang kubuat
Ku ingin melihat
orang yang lewat
Ikut menyanyikah
mereka?
Yah, kulihat
mereka berjalan
Tidak hanya menyanyi
Yah, mereka
bergerak
Diperintah si
penyanyi
Sebegitu
terkenalkah penyanyi itu?
Rock Star-kah?
Tak mungkin,
karena kulihat tak hanya anak muda disini
Penyanyi dangdut?
Bukan, karena
kulihat juga temanku yang benci dangdut.
Punk Rock ?
Bukan, aku tak
mendengar alat musik malah.
Tapi kenapa semua
orang berkumpul?
Dengan muka
cerah, dan bergerak sesuai irama tubuh si penyanyi?
Mereka
melakukannya... dengan “bahagianya”
Tangisnya pun
bahagia...
Tunggu dulu...bukankah
itu komoditas yang kuinginkan?
Kebahagiaan?
Semakin lama
kulihat..
Mereka tak hanya
mengikuti si penyanyi...
Tak sedangkal
itu, ku yakin ada sesuatu
Yang bisa
menenangkan jiwa..
Ya... sepertinya
disana ada kebenaran sejati..
Wahai.. bolehkah
aku ikut serta?
Seingatku aku pernah
ikut bernyanyi
Mungkin sekarang
saat ku kembali..
Kembali
bernyanyi...